Tapi begitu bisa dapet durian
macam ini, aku jadi nggak sabar menanti malam tiba. Ia tersenyum manis dan menatapku lamaaa banget. Bokep Tante Terus aku cium pipi kiri kanannya. Suara knalpot racing yang
menderum membuat sebagian orang menoleh, termasuk beberapa pendengar
yang emang sengaja datang untuk merayakan ultah penyiar pujaannya. Dadanya yang super
wow itu menempel erat didadaku. “Rini kamu kenapa?” eh malah tambah lebar senyumnya. Kalo denger nama itu khayalanku selalu melayang kemana-mana. Tapi begitu bisa dapet durian
macam ini, aku jadi nggak sabar menanti malam tiba. Kalo dia lagi cuap-cuap diudara sesuai profesinya sebagai penyiar, selalu saja banyak pendengar pria berbondong-bondong pengen mengudara, minta dilayani suaranya yang empuk, seempuk dadanya, hehehe!Seperti sekarang misalnya. Waktu
kulepaskan ciumanku, terdengar desahannya manja. Aku
cuma senyum. Tapi waktu mau berbuat lebih jauh, Rini melepas pelukannya
dan berbisik lirih dengan suara bergetar,”Ki, nanti malem kerumah




















