Di depan mataku kini terpampang keindahan pahanya. Pose yang sangat memabukkan. Bokeb Nafasnya mengebu. Hanya sedikit udara yang dapat kuhirup, sesak tetapi menyenangkan. Dan dengan cepat membenamkan wajahku di G-string yang menutupi pangkal pahanya. Tak lama kemudian, sambil tersenyum menggoda, Mbak Lia menarik telapak kakinya dari pundakku. Mbak Lia menggelinjang dan kembali mengangkat pinggulnya. Ia sering langsung menyebut namaku, sesekali bila sedang bersama rekan kerja lainnya, ia menyebut “Pak”.Dan tanpa kusadari pula, diam-diam aku merasa betah dan nyaman bila memandang wajahnya yang cantik dan lembut menawan. Kebasahan yang dikelilingi rambut-rambut ikal yang menyelip dari kiri kanan G-stringnya. Mbak Lia menggelinjang sambil menarik rambutku dengan manja. Matanya berbinar-binar seolah menaburkan sejuta pesona birahi. Sepasang bibir yang di bagian atasnya dihiasi tonjolan daging pembungkus clit yang berwarna pink.
















