Kami tuntaskan kerinduan dan cinta kasih kami malam itu. Bokep Family Nako terbuka sedikit. Terus terang kami sudah menjalin hubungan lebih akrab dengan keluarga itu.Sehabis mahgrib aku bersama Bu Tadi pulang. Bu Tadi membalas memelukku, wajahnya disusupkan ke dadaku.“Aku nggak bisa tidur”, bisikku.“Aku juga”, katanya sambil memelukku erat-erat.Dia melepaskan pelukannya. Nanti kalau jadi aku kasih tahu. Apabila aman, aku akan mendekati kamar mereka. Aku mulai melihat situasi apakah aman untuk mengintip mereka. Nggak mungkin itu. Beberapa kali kami berhubungan dengan penuh gairah sampai aku kimpoi dengan wanita lain. Aku tersenyum kecut.“Jangan-jangan ini hukuman buatku ya maa, Aku dihukum tidak punya anak sendiri. Istriku sudah tahu itu, sehingga tidak menaruh curiga atau bertanya apa-apa kalau pergi keluar malam itu.

















