My friend and I just started working at a fertility clinic. Everything was going great, until we got our first two patients – our stepdads! Bokeb There was no way we were going to follow the procedures to get their cum out, but we also didn’t want to get fired on our first day. The doctor could tell how nervous we were, so he let us swap patients: she’d deal with my dad, and I’d deal with hers. The only condition was that we had to follow all the doctor’s instructions, or else… We didn’t know this clinic was so unconventional. We even had to use our mouths to get their cum. Don’t they have machines for that or something? By the time the doctor said “emergency penetration,” we were way too into it to back out. In fact, we were ready to swap again and willing to do everything to get the best semen samples.
Begitu juga S, ia hanya berdiri kaku dan tak berkata sepatah kata pun.S adalah seorang gadis bertubuh ideal, sampai kadang-kadang aku iri dengan tubuhnya itu. Dan seperti biasanya, Ia sudah ‘keluar’ sebelum sempat aku mengalami orgasme. Lalu aku berhenti di sana, kujilat, kumainkan lidahku di sana sambil sesekali kuhisap dan kugigit-gigit kecil.Tubuhnya pun mulai terlihat berkeringat, gerakan-gerakannya semakin gelisah sambil menggigit bibir bawahnya, suara leguhan dan desahan pun tak urung keluar dari bibirnya itu. Setelah beberapa detik kami saling membisu, akhirnya ia memecahkan suasana dengan senyum nakalnya sambil berkata,“Lagi Ngapain Vy?”Aku hanya dapat menjawab dengan terbata-bata,“Eng.. Kurasakan kelembaban kemaluanku yang sedari tadi sudah terangsang. Sampai tubuhku bergetar tak karuan.Ketika aku mulai memainkan bibir kemaluanku, begitu terkejutnya aku ketika tiba-tiba pintu kamarku dibuka dengan cepat, dan ternyata sahabatku yang berinisial S.





















