Ruang kamar tidurku memang cukup rapat jendelanya, hingga hujan turun pun takkan terdengar, cuma saja di luar sana kulihat dedaunan dan ranting pohon bergoyang tertiup angin kesana kemari.Detik demi detik tubuh supirku semakin dekat dan terus melangkah menghampiriku. Nto..” kataku berulang-ulang sambil terisak menangis.Rupanya supirku sudah kesurupan dan lupa siapa yang sedang ditindihnya. Video bokep dikit lagi..”“Aah.. “Maksudnya, tadi waktu di Entotin enak kan?” tanyanya lagi sambil membelai rambutku.Wajahku langsung merah padam mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh supirku, tapi dalam hati kecilku tak dapat kupungkiri walaupun tadi ia sudah memperkosa dan menjatuhkan derajatku sebagai majikannya, tapi saya sendiri turut menikmatinya bahkan saya sendiri merasakan organsime dua kali.“Kok ngak dijawab sich!” tanya supirku lagi.“Iya..iya, tapi sekarang lepasin talinya dong Anto!” kataku dengan menggerutu karena tanganku sudah pegal dan kaku.“Nanti saja yach!




















