“Sure…anything you want, Rev”, balasku cepat dengan terus membelai rambutnya. “Ryo, have you ever had some different feelings about me?”, tanyanya tergugup. Bokep HD Huh……Masih sempat kulirik jam yang menempel di dinding ruang tamu Revy menunjukkan pukul 22.42 WIB saat kami memasuki unit apartemennya. Revy hanya terdiam dan tertunduk sembari memainkan ujung blazernya dengan kedua tangannya. Walaupun ia tidak seindah kamu, tapi setidaknya Heru-lah yang memberikan kepastian dan hidup yang nyata buat Revy. Diriku masih merenung saat kulewati perempatan Slipi-Palmerah yang mulai ramai dipenuhi aktivitas manusia, untuk kemudian meluncur menuju kawasan Tomang. Ah….kalau saja cincin itu belum ada…..Waktu menunjukkan jam 17.36 WIB saat kulangkahkan kaki memasuki lobby gedung kantor Revy, sebuah gedung dengan bentuk menyerupai kipas raksasa di atapnya.




















