Tapi ia masih berjongkok di bawahku.“Yang ini atau yang itu..?” katanya menggoda, menunjuk Juniorku.Darahku mendesir. Nampak ada perubahan besar pada Wien. Jav Sub Indo Bergantian Wien kini telentang.“Pijit saya Mas..!” katanya melenguh.Kujilati payudaranya, ia melenguh. Aku tidak berpakaian kini. Membuka celanaku dan bajuku lalu gantung di kapstok. Dadaku mulai berdegup lagi. Tetapi sejak tadi aku tidak melihat wanita yang lehernya berkeringat yang tadi mengerlingkan mata ke arahku. Ia membersihkan punggungku dengan handuk hangat. Dia mau pulang dulu ngeliat orang tuanya sakit katanya sih begitu,” kata Wien.Setelah beberapa lama menyodoknya, “Terus dong Yang. Makin lama makin jelas. Sekarang hitung penumpang angkot dan supir. Ia tidak bercerita apa-apa. Ah. Ia memulai pijitan. Begini saja daripada repot-repot.




















