Seketika itu juga, ku sodorkan muka ini, ke wajahnya, seriring tatapan kami yang tak henti-henti, bibir-bibir kami pun bertemu dan mulai merasakan hangat tubuh masing-masing.Sementara Tya mengalungkan sepasang lengannya di tengkuk ku, ku pagut lebih keras bibir bawahnya, hingga terdengar lenguhan dan terendus wangi nafasnya yang berjejalan masuk ke dalam tenggorokan ini. “” buka pintu (kulkas) nya, masukin kudanya, terus tutup lagi dech .. Bokeb ” ucapku seraya membuka pintu yang tebuat dari kayu tsb.” jangan Vid .. Iseng-iseng aku periksa pintu dangau pak Imron tsb, kali aja tak terkunci.Dan ternyata benar saja, pintu yang terbuat dari kayu itu tak terkunci hanya menutup erat karena di himpit karet-karet ban.” ech .. akkhhhhhhh Daaa vviidddddd … uu ..




















