Gaji yang dia dapat tidak mencukupi karena (setelah) dipotong dengan biaya transpotasi dan makan, hanya tinggal beberapa ratus ribu rupiah. Bokep Indo “Iya memang itu sumber masalahnya,” jawabnya. Kubalik badannya tanpa melepas “rudal”ku. “Kata siapa?” katanya. Dia diam saja, dan aku terus memijat dengan siku tanganku secara perlahan, kuturunkan sedikit bagian belakang celana dalamnya hingga belahan pantatnya tampak semua (kalau dia protes, akan kujawab CD-nya mengganggu).Nampaknya dari hasil pijatanku dia tertidur. “Kodrat” jawabnya singkat.Yah, itulah sebagian kecil kehidupan rumah tangga yang selalu banyak masalah silih berganti, padahal sebelum nikah, aku sudah membaca segala macam buku. Yah apes, gagal.Aku coba cara lain. Tampak hidungnya kembang-kempis, capek benar kayaknya. Aku tersenyum. “Tahu gini mendingan beli sate dari pada pelihara kambing,” kataku meledek. Kucabut “rudalku”. Pagi hari menjelang siang aku “meminta” tetapi dia menolak karena capek.




















