Tangannya menumpu di meja sementara badannya membungkuk. Terbersit dipikiranku, mungkin Bu Monic butuh teman makan, teman bicara atau mudah-mudaha teman tidur.. Bokep Japan Bu Monic sebentar menarik bibirnya dan menyeka lipstik merahnya dgn tisu. Sesekali kusampirkan kakinya ke pundakku. Kenapa ya setiap lagi kesel terus ngeliat kamu aku jadi tenang”, tambahnya menatapku dalam.Aku terhenyak diam, terpaku. Tapi kalo diluar aku mau kamu bersikap seperti suamiku ya”, katanya tersenyum manja.“Iya Bu cantik”, sahutku bergurau.Sebelum keluar dari ruangannya kami masih sempat berciuman mesra. “Maaf ya Zal aku berubah pikiran dgn mengajakmu makan di kamar. Sudah 2 tahun aku bekerja di perusahaan swasta ini. Bu Monic melolong kegelian.“Zal kamu lihai sekali ciumannya, aku nggak pernah dicium seperti ini sama suamiku, bahkan akhir-akhir ini dia cuek dan nggak mau menyentuhku”, cerocos Bu Monic curhat.Aku berpikir, goblok banget suaminya




















