Aku hanya menarik napas dalam-dalam. Bokep Aku masih belum dapat berkonsentrasi. Dasar nenek sinting, bathinku. “Akh..! Aku menjadi sedikit terkejut, sekaligus menemukan jawaban atas keganjilan yang kurasakan. kring!” Suara telepon kuno itu seketika membuyarkan pikiranku. Aku mencoba untuk mengingat-ingat kembali. Aku mencoba untuk mengingat-ingat kembali. Saat itu jam dinding kamar baru menunjukan pukul enam lebih sedikit. lalu kuajak saja dia bermain-main dengan mulutku, Roy..!”
Aku masih tak menyahut. Hari masih pagi. Kulihat sebelahku telah kosong. Mimpi yang konyol”, pikirku. Seorang nenek seksi yang lincah, menurutku. “Sorry ya, Roy..!” katanya merajuk. “Oufh..!” Aku menghela napas sesaat. “Sorry ya, Roy..!” katanya merajuk.




















