“Jangan marah Ben..”
“Tidak..”Kupacu mobilku ke arah utara. Aku mencintainya hampir dengan seluruh hatiku. Bokep Rusia Benni? Kusapukan lidahku di sana. Aya terpejam. aku pulang dulu ya?” kataku sambil berjalan ke arah pintu.“Ben..” panggilnya lirih. Langsung kuterkam kemaluan Aya sambil kucari-cari letak klitorisnya. Kuhirup bau wangi rambutnya. Gawat! Hmm, wajahku masih merah. Ia sedikit berontak tapi kueratkan tanganku di kepalanya. Begitu dapat langsung kupermainkan dengan lidahku. “Hallo..” suara lembut menyapa. shh..” jeritnya. Sambil terus menjilati pusarnya aku mulai meraba pahanya. Kuputar-putarkan ke arah lubangnya. Aku sangat tidak mengharapkan bertemu dan mendapati kenyataan yang menyakitkan seandainya perasaanku benar, aku sungguh tidak mengharapkan. Sengaja aku tidak membuat Aya telanjang bulat sehingga ia masih merasa nyaman. Tapi aku sudah puas. Ahh ini dia, sebotol Smirnoff, tinggal setengah.




















