Anggap saja tiap-tiap baju sama dengan jumlah kancing bajuku: Tujuh. Bokep India kataku.“Iya itu”Ya ampun, aq membayangkan suara itu berbisik di telingaku di atas tempat tidur yg putih. Ah apa saja. Inilah kesempatan itu. Ya, seseorang toh dapat saja lupa pada sesuatu, juga pada sapu tangan. Aq masih termangu. Membuang napas. Jangan dimasukkan dulu Sayang, aq belum siap. Betul-betul keras. Lalu ia memijat lutut. Aq jelas mendengarnya dari sini.Kembali ruangan sepi. Tetapi, bayangan itu terganggu. Aq tiduran sambil baca majalah yg tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu. Aq tdk dapat lagi memandanginya.Kantorku sudah terlewat. Ah sial. Bicara apa? Mungkin sapu tangan ini saja suatu kealpaan.




















