Ia membuka selimut yang masih menutup tubuhku, menindih dan menciumiku dengan ganas. Ida semakin merapat. Bokep Indo Live Film habis, kami keluar dan berjalan mencari angkutan.“Kalau sudah malam begini dari sini susah cari angkutan ke rumahku ” katanya.“Jadi bagaimana?”
“Kita coba saja ke Ramayana, nanti disambung lagi”. Sampai di sana ternyata hanya ada kamar standar double bed. “Aku percaya kamu bersih dan aku masih ikut KB. Mungkin membayangkan peristiwa waktu itu.“Kenapa senyum-senyum sendiri. Sukasari Theatre memang bukan bioskop favorit di Bogor. Aku merasakan hal yang luar biasa sepertinya melayang di udara dan rasanya cairan laharku menjadi lebih banyak. Aku mau keluar aacchhkk..” Ida memeluk punggungku lebih erat.Betisnya membelit pinggangku, matanya setengah terpejam, kepalanya terangkat sehingga seolah-olah tubuhnya menggantung di tubuhku.




















