Tanganku pun bereaksi lebih berani, meremas pahanya yang kiri dan kanan. Otakku terbakar! Bokep colmek Membolak-baliknya. Pak Rochim tak pernah mengambil pembantu lagi. Aku tersipu malu. Samar-samar kuamati ada sekumpulan rambut di sana. Aku salah tingkah. Mana bisa. “Aku, Kak.., Aku”, Jawabku. Aku semakin takjub. Aku menyumpah-nyumpah. Mata Kak Tina mendelik-delik, nafasnya terengah-engah. Aku memandangnya. Sulit sadarnya. “Sudahlah, Nanti juga kamu tahu sendiri”.Aku berlalu menuju kamar mandi, membersihkan diri. Setelah aku mengganti celana, aku meraih novel itu. “Emangnya..?” tanyaku heran. Astaga, memang basah! Aku semakin berani. Nafsunya kurasa. Inilah pertama kali aku menyentuh dada seorang gadis, sepanjang umurku.




















