“Oh.. XNXX Bokep Aku nggak enak kalau mencuci di rumah, soalnya aku rasa nggak bebas, apalagi belum tentu ada kursi cuci seperti di salon. Rull..” teriak Ibu Tia.“Eeh Ibu.. dan maafin ya Bu kelakuan saya tadi”, kataku sambil tersenyum.“Sampai kamis depan ya Rull..”“Wah pekerjaan lagi nih..” batinku dengan senang, kemudian kutinggalkan rumah mewah tersebut dengan perasaan puas sekali.Demikian kisahku dengan istri pejabat, mudah-mudahan pembaca dapat menikmatinya. Oh ya, rambutnya cukup lebat, hitam mengkilat (seperti iklan shampo di TV) dan kalau diurai, bukan main indahnya dengan potongan yang sangat bagus, dengan panjang sampai ke punggung. mau.. udah ditunggu Ibu di dalam”, katanya.Aku masuk lewat pintu garasi yang menuju ke bagian belakang rumah. Aku nggak enak kalau mencuci di rumah, soalnya aku rasa nggak bebas, apalagi belum tentu ada kursi cuci seperti di salon.




















