Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. Bokepcolmek Dan aku bisa tahu apa yang terjadi di dalam sana. Kamu itu perempuan apa??!! Maria” Erik melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin. “Kamu cantik ya Maria? Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil. Hanya sisa-sisa gaunku-lah yang masih menyembunyikan bagian-bagian tubuhku sedikit. “Hmmphh..”
Untuk pertama kalinya aku merasakan ada getaran yang aneh pada tubuhku. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Erik menciumi diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa. Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. Ballroom hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial. Aku tidak mau bergerak juga,




















