Takut, takut untuk selanjutnya. Bokep Family apakah aku salah.. Akhirnya dengan berat hati aku terima tawaran itu meski batinku memberontak.Aku bertemu dengannya di sebuah hotel di kawasan Jakarta selatan. Kutekan lagi danpenisku mulai masuk lebih dalam lagi. Kutnyakan apakah dia kesakitan apa masih mau dilanjutkan. Biru muda warnanya, warna kesayanganku. Kutanyakan apakan dia kesakitan, gelengan kuterima sebagai jawabannya. Aku hanya memakai jubah mandi dan celana dalam saja. Ternyata dia masih seorang perawan dan aku telah merebut kegadisannya. Untuknya aku minta maaf, bukannya aku tak mau uangmu tapi aku terpaksa tuk menepisnya. Lidahku mulai lagi kegiatannya di daerah itu. Kutekan lebih keraslagi sampai aku merasa menembus sesuatu, seperti ada kertas tipis yang robek.




















