Tapi tidak jadi ku lakukan. Akupun dibuat terus-terusan orgasme dari tadi hanya dengan besi dingin tajam yang terus menempel di tubuhku itu. Bokep Tobrut Mau tidak mau akupun terpaksa melihatnya sambil menangis tersedu-sedu. Aku selalu merasa takut dan ngeri setiap kembali ke ruangan yang penuh darah dan daging manusia yang terpotong-potong ini. Aku takut… mual.Aku mengalihkan pandanganku dari layar tv. Tapi gak masalah sih, aku udah pasrah bersedia diapain aja sama mereka. Kenapa aku ada di sini? Aku mengangguk dengan cepat mengisyaratkan akan menuruti perintahnya. Oh Tuhan… tidak… tolong… aku mau pulang… Pa… Ma… tolong Mita… seseorang… keluarkan aku dari sini!! Teman-teman pak Jun yang jadi gemas melihat aku bicara begitu malah mengelilingiku dan meraba-raba tubuhku lagi. Di ujung besi itu berbentuk logo.




















