“Rupanya Om memang mengira aku ini lonte!” katanya setengah berteriak.“Jadi bapak janin dalam perutmu itu kamu tahu aku kan?”Dia jadi tenang, mengangguk.“Ibumu tahu kemana kamu pergi?”“Tidak, aku lari dari rumah.”“Aku akan menyuruh orang memberitahu ibumu bahwa engkau tidak apa-apa supaya dia tidak melaporkan kamu hilang ke polisi.”“Mengapa tidak mendatangi sendiri?” Aku diam.“Dan aku?”“Kamu tinggal dengan aku disini sampai anakmu lahir. Bokep Jilbab/Hijab Kembali lagi ke meja makan dan kami berdiam diri lagi. Untung deh bukan aku yang ngerjain Om.”Aku bergidik, kurasakan keringat dingin memercik. Aku memang hanya tinggal sendirian di rumah kontrakan tiga kamar yang cukup besar ini. Entah mengapa saat itu aku merasa gembira tadi tidak menurutkan nafsu syahwatku mencelakakan dia.“Apa orang tuamu tidak marah kalau kamu terlambat pulang Ermita?” tanyaku setelah mobil meluncur di jalan.“Ibu akan marah dan ngamuk-ngamuk.”“Bapakmu?”“Bapak sudah bercerai dengan




















