“Hm?” lidahku beku, amarah merayapiku. Sambil terus menjilati pusarnya aku mulai meraba pahanya. Bokepcolmek pengen liat pulang jam berapa dan dengan siapa,” lanjutku ketus. Lalu kurasakan tanganya semakin keras mencengkeram di pantatku. “Maaf Aya..” sahutku pelan sambil memegang pundaknya. Sudah jam 3:15, dan aku tidak memergoki mobil rival sialanku di jalan. Ia memalingkan mukanya ke arah berlawanan. Ada sedikit rasa kaget di wajahnya. Alkohol sialan. Benni? Hmm, sepertinya terkabul. Kubelai pipinya lalu kumulai lagi ritual seperti tadi. Mungkin ia memakai baby cologne.Aku seperti mendapati ruang kosong dalam liang kemaluannya. Langsung kuterkam kemaluan Aya sambil kucari-cari letak klitorisnya. Kucoba melepas tali branya. “Aaawww..




















