“Jangan lupa jam tujuh malam, ya..” kata Tante Amanda mengingatkan. Padahal tadi Lidya sudah hampir membawaku mendaki ke puncak kenikmatan. Bokep Tobrut Lidya melepaskan pagutannya dan menatapku, Seakan tak percaya kalo aku sama sekali tak bisa apa-apa.“Kenapa diam saja..?” tanya Lidya merasa kecewa atau menyesal karena telah mencintai laki-laki sepertiku.Namun tak.., Lidya tak menampakkan kekecewaan atau penyesalan Justru dia mengembangkan senyuman yg begitu indah dan manis sekali. Bahkan aku tak protes ketika Lidya mengunci pintu kamar dan melepaskan bajuku. “Iya, Tante. Memang aku seperti anak kecil, menurut saja dibawa ke dalam kamar perempuan ini. Aku ingin mengangkatnya, namun Lidya malah menekan dan terus membenamkan wajahku ke tengah dadanya. “Siapa namanya?” tanya Tante Amanda lagi. Bahkan kepalaku terasa pening dan berdenyut menatap badan yg polos dan indah itu.




















