Aku anak lelaki satu-satuya. Hanya saja Ayah belum bisa membelikannya. Bokep Thailand Bahkan Mbak Indri menjanjikan macam-macam agar aku tidak terus menangis. Apa saja yang aku inginkan, pasti dikabulkan. Tapi Linda tidak manja dan bisa mandiri. Tapi aku tidak suka kalau dikeloni Ayah.Entah kenapa, mungkin tubuh Ayah besar dan tangannya ditumbuhi rambut-rambut halus yang cukup lebat. Padahal aku sudah punya mobil. “Ohh…”, Linda mengeluh panjang.Dia seakan baru benar-benar menyadari kalau aku bukan hanya tidak pernah pacaran, tapi masih sangat polos sekali. Dua kakakku perempuan semuanya. Sementara Tante Maya pergi membawa Bobby, aku dan Linda duduk di bangku taman dekat patung Pangeran Diponegoro yang menunggang kuda dengan gagah.Tidak banyak yang kami obrolkan, karena Tante Maya sudah kembali lagi dan memberikan Bobby padaku sambil terus-menerus memuji.




















