Tapi.. Bokep India uh.. Kulihat payudaranya yang membusung dan putingnya yang terlihat menggoda. Lampu, sempat aku celingukan seperti orang bingung menatap sekelilingku. uhh.. “Ray.. “Arrgghh..”
Kusentakkan pinggulku ke atas, membuat tubuh Nia terangkat sejenak, spermaku menyembur entah kemana. hh..” kubekap mulutnya dengan bibirku, nafasku mulai terengah-engah oleh nafsuku sendiri. Dapat kubayangkan hubungan persahabatan kompetitif antara Enni dan Nia, ahh.. “Untunglah..” kataku tanpa memperdulikan bibirnya yang terlipat. “Sayanghh..” Nia membalas ciumanku. “Ah.. ahh.. “Ray.. “Terus..” tanyaku. sori aku sedikit emosi.”
“Hmm.. Sampai di sini aku terdiam, memandangnya tanpa berkedip, lalu kami berdua tertawa terbahak-bahak, antara sedih, kerinduan, dan kasih sayang tulus seorang teman sejati.Masih kuingat, sebelum kuturunkan kembali ia di Gramedia (karena Dita akan menjemputnya seperempat jam lagi), Nia sempat mencium pipiku dan meremas kemaluanku dari balik celanaku, tersenyum memandangku dan berkata, “Ray, kita akan bersahabat selamanya..”




















