“Aku tunggu kamu
di rumahku malam ini jam delapan.”Jam delapan lewat lima menit aku sudah berada di rumah Herlin. Nggak
pa pa.. Jav Sub Indo enak banget sayang.. Aaahh..” Aku terus memainkan
kelentitnya sambil terus menyusu padanya, sementara tangannya masih terus mengocok-ngocok kemaluanku
dengan lembut, dan sesekali pegangannya agak mengencang, apabila dia merasakan kenikmatan. Kalau kamu pikir aku
bisa membuat kamu bahagia, kamu bener-bener salah.. Sentuhan tangannya begitu lembut. Kamu pasti tahu kan, kalau
selama ini aku hanya menangani pasien pasien dengan keluhan yang ‘lumrah’, Aku ngga tau bisa berhasil
atau tidak. Sampai aku menulis cerita ini hubunganku dengan Herlin masih
tetap berjalan tanpa ada orang yang mengetahuinya.Istriku sempat curiga denganku, tetapi setelah kujelaskan bahwa Herlin adalah rekan kerja, dia percaya
dan tidak pernah lagi menanyakan hal ini lagi.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,




















